Ulangan TKA
1. Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra
Unsur Intrinsik.
Macam-macamnya:
1. Tema= gagasan utama atau pokok pikiran cerita.
Contoh: tema perjuangan, kasih sayang, kejujuran.
2. Tokoh dan Penokohan= pelaku dalam cerita serta wataknya.
Contoh: tokoh utama, tokoh antagonis, tokoh pendukung.
3. Alur (plot)= jalan cerita dari awal sampai akhir.
Contoh: alur maju, mundur, campuran.
4. Latar (setting)= tempat, waktu, dan suasana kejadian.
Contoh: di sekolah pada pagi hari dengan suasana tegang.
5. Amanat= pesan moral atau nasihat yang ingin disampaikan pengarang.
6. Sudut Pandang (point of view)= cara pengarang menyampaikan cerita.
Contoh: sudut pandang orang pertama ("aku"), atau orang ketiga ("ia").
7. Gaya Bahasa= cara pengarang mengungkapkan cerita, termasuk penggunaan majas.
8. Konflik= pertentangan yang menjadi penggerak cerita.
Unsur Ekstrinsik
Macam-macamnya:
1. Latar belakang pengarang (kehidupan, pendidikan, pengalaman).
2. Nilai-nilai kehidupan (agama, moral, sosial, budaya).
3. Kondisi sosial masyarakat saat karya itu dibuat.
4. Situasi politik dan sejarah yang melatarbelakangi cerita.
2. Istilah-Istilah dalam Cerpen, Drama, dan Puisi
A. Cerpen (Cerita Pendek)
Tokoh: pelaku utama dalam cerita.
Alur: rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir.
Latar: tempat, waktu, dan suasana.
Konflik: masalah utama dalam cerita.
Klimaks: puncak ketegangan cerita.
Amanat: pesan moral pengarang.
B. Drama
Dialog: percakapan antar tokoh.
Babak/Adegan: bagian pembagian cerita dalam drama.
Naskah: teks tertulis drama.
Pemain: orang yang memerankan tokoh.
Panggung: tempat pertunjukan drama.
Sutradara: orang yang mengatur jalannya pertunjukan.
C. Puisi
Rima: persamaan bunyi pada akhir baris.
Irama: naik-turunnya nada dan tempo dalam pembacaan puisi.
Diksi: pemilihan kata yang indah dan bermakna.
Gaya bahasa (majas): cara penyair memperindah bahasa.
Tema: pokok pikiran yang diangkat dalam puisi.
Amanat: pesan yang disampaikan penyair kepada pembaca.
3. Persamaan dan Perbedaan Pantun dan Syair
Aspek Pantun Syair
Asal Melayu Arab (diadaptasi ke Melayu)
Bait dan baris 1 bait = 4 baris 1 bait = 4 baris
Rima a-b-a-b a-a-a-a
Baris 1–2 Sampiran (pembuka, tidak berisi makna utama) Langsung isi
Baris 3–4 Isi (pesan atau makna utama) Semua baris berisi isi
Persamaan Sama-sama berbentuk puisi lama, berima tetap, dan memiliki irama yang teratur.
4. Majas dalam Bahasa Indonesia (dengan pengertian dan contoh)
1. Majas Perbandingan
Simile (Perumpamaan)= membandingkan dua hal dengan kata seperti, bagai, bak.
Contoh: Wajahnya seindah rembulan.
Metafora= perbandingan langsung tanpa kata pembanding.
Contoh: Ia adalah bunga desa.
Personifikasi= benda mati seolah-olah hidup.
Contoh: Angin berbisik di telingaku.
Hiperbola= melebih-lebihkan sesuatu.
Contoh: Tangisnya mengguncang dunia.
2. Majas Pertentangan
Antitesis= menggabungkan kata yang berlawanan arti.
Contoh: Tua muda, semua hadir di pesta itu.
Paradoks= bertentangan dengan kenyataan.
Contoh: Ia merasa kesepian di tengah keramaian.
Ironi= sindiran halus.
Contoh: Rajin sekali kamu, sampai PR pun tak pernah dikerjakan.
3. Majas Penegasan
Repetisi= pengulangan kata untuk penekanan.
Contoh: Aku ingin, aku rindu, aku cinta tanah airku.
Pleonasme= penggunaan kata berlebihan tapi untuk penegasan.
Contoh: Ia naik ke atas menara.
Paralelisme= pengulangan struktur kalimat.
Contoh: Engkau datang membawa cahaya, engkau pergi meninggalkan duka.
4. Majas Sindiran
Sarkasme= sindiran kasar.
Contoh: Dasar pemalas, kerja sedikit saja sudah mengeluh!
Sinisme= sindiran agak kasar.
Contoh: Katanya pintar, tapi soal mudah saja salah.
Komentar
Posting Komentar