Pengalaman Ekstrakurikuler Taekwondo

 Namaku Arjuna, siswa kelas 9 di SMP 160 Jakarta Timur. Di sekolahku, ada banyak pilihan ekstrakurikuler, mulai dari pramuka, basket, hingga seni tari. Tapi sejak dulu, aku selalu tertarik dengan bela diri. Maka saat pertama kali melihat demo Taekwondo di sekolah, aku langsung tertarik untuk ikut.


Taekwondo adalah seni bela diri asal Korea yang mengajarkan teknik tendangan dan pukulan. Selain melatih fisik, Taekwondo juga mengajarkan disiplin, fokus, dan keberanian. Latihan pertamaku dimulai hari Jumat sore, di aula sekolah. Awalnya aku merasa canggung, apalagi melihat kakak-kakak senior yang sudah sabuk biru dan merah. Tapi pelatih kami, Sabum Ardi, sangat ramah dan sabar. Ia menjelaskan semua gerakan dasar dengan perlahan, mulai dari sikap kuda-kuda hingga cara menendang yang benar.


Setiap latihan dimulai dengan pemanasan, lalu dilanjutkan latihan teknik. Kami juga sering dilatih kekuatan otot dengan push up, sit up, dan lompat tali. Latihan memang melelahkan, tapi juga menyenangkan karena kami saling menyemangati. Lama-lama, aku mulai terbiasa. Bahkan aku merasa tubuhku jadi lebih kuat dan sehat.


Salah satu momen paling berkesan adalah saat ujian kenaikan tingkat sabuk. Saat itu, aku sangat gugup. Tapi setelah latihan keras dan dukungan teman-teman, aku berhasil naik dari sabuk putih ke sabuk kuning. Rasanya bangga sekali! Aku pun semakin semangat untuk berlatih lebih giat lagi.


Selain belajar bela diri, Taekwondo juga mengajarkan nilai-nilai penting dalam hidup: menghormati guru dan orang tua, menjaga kendali emosi, dan tidak menggunakan kekuatan untuk menyakiti orang lain. Sekarang, aku jadi lebih percaya diri dan disiplin, baik di sekolah maupun di rumah.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer