Di Pelukan Pegunungan


Aku naik menapaki jalan sunyi,
di antara kabut dan desir angin pagi.
Pegunungan menjulang dengan wibawa,
diam, namun penuh bahasa jiwa.

Pohon-pohon tua bersenandung pelan,
daunnya menari mengikuti alunan.
Burung-burung kecil bersiul riang,
di langit biru yang terbentang lapang.

Langkahku terhenti sejenak,
saat melihat lembah yang merekah.
Hijau terbentang seperti doa,
tenang, tulus, tanpa cela.

Pegunungan mengajarku arti diam,
bahwa kekuatan tak harus lantang.
Ia berdiri kokoh tanpa keluh,
menghadapi hujan, badai, juga peluh.

Di sini, di puncak yang sunyi,
aku temukan damai dalam diri.
Tak ada suara, hanya rasa,
bahwa aku kecil… tapi tak sia-sia.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer